Skip to main content

Grandma Poor

Malam ini, cukup dingin di perjalanan pulang ke rumah yang aku lakukan melalui perbukitan yang biasa aku lewati setiap hari sepulang bekerja dengan mobil sedan pribadiku. Hujan yang turun dengan sangat deras telah membekukan jari-jari tanganku dan menyamarkan pandanganku melalui kaca depan mobilku.
Dari kejauhan, samar-samar aku melihat seorang perempuan tengah berdiri, berteduh sendirian dibawah atap kecil sebuah rumah kosong. Aku heran melihatnya dan segera menghampirinya, karena aku berniat memberinya tumpangan.
Setelah aku berjalan mendekatinya, aku terkejut karena melihat perempuan tersebut adalah seorang nenek tua. Mungkin karena derasnya hujan telah membutakan penglihatan jauhku. Ia tampak lusuh, kotor dan pakaiannya terbalut darah segar, ia juga membawa dua ransel yang terlihat berat. Aku pun segera memberi tumpangan padanya karena kasihan melihatnya.
"Nek, kenapa bisa berdarah seperti itu?" tanyaku padanya.
"Nenek terjatuh, nak." ujarnya tampak sedih.
"Darahnya masih segar seperti itu. kasihan sekali, nek." sambungku.
"Iya, nak. nenek baru saja terjatuh, dan butuh waktu lama untuk menghentikan darah seperti ini." ujarnya lesu.
"Ya sudah. Nenek ikut saya aja ya ke rumah, nginap semalam. Istri saya pasti akan senang membantu orang lain." Tawarku padanya.
"Baiklah, terima kasih, nak."

Comments

Popular posts from this blog

Lick (Amerika)

Suatu hari seorang gadis remaja ditinggal oleh orang tuanya yang akan menginap di tempat saudara mereka. Sang gadis meyakinkan orang tuanya untuk berhenti khawatir kepadanya. Ia akan mengunci semua jendela dan pintu. Lagipula, gadis itu sendiri, ada anjing setianya yang menemaninya di kamarnya. Malam itu, sang gadis hendak tidur. Ia mengunci semua pintu dan jendela. Namun ada sebuah jendela yang tak bisa ia kunci. Akhirnya ia hanya menutupnya begitu saja. Gadis itupun naik ke atas ranjang dan di bawah ranjang, anjing setianya meringkuk. Ia mengulurkan tangannya ke bawah dan anjingnya menjilati jari-jarinya, seperti yang biasa dilakukannya. Entah mengapa ia merasa aman jika anjingnya melakukan hal itu. Gadis itu jadi tidak merasa sendirian di kamar.  Gadis itu kemudian tertidur. Namun saat tengah malam, ia mendengar suara “Tip tap tip tap ...”. Seperti suara air menetes di atas wastafel. Saat ia membuka mata, kamarnya gelap gulita. Iapun menjulurkan tangannya ke baw...

Mobil

Seorang wanita tua tertabrak mobil. Mobil itu melarikan diri dan sebelum mati, sang wanita tua itu sempat menuliskan sebuah pesan misterius dengan darahnya sendiri. Ia menggambar sebuah lingkaran dengan tanda “X” di dalamnya. Polisi yang menemukannya tak dapat memecahkan pesan itu. Keluarganya kemudian menceritakannya pada seorang cenayang. Begitu sang cenayang menceritakan arti pesannya, mereka langsung ketakutan setengah mati. Apa arti pesan tersebut?

Mirror

Malam ini Ibu tidak berhenti untuk mengecek keadaan dalam kamar Rey, anaknya yang berumur 7 tahun. Seminggu lalu ia mengalami musibah yang tak disengaja oleh Ibunya yang berdampak pada tubuhnya. Ia juga mulai menjadi seorang yang paranoid setelah itu. Setiap hari Rey mengeluhkan pada ibunya bahwa ada seseorang yang berada di dalam kamarnya dengan wajah yang mengerikan melihat tepat kearahnya. Ia selalu saja tampak di cerminnya, namun saat Rey berbalik dan melihat siapa orang tersebut, Ia tidak bisa menemukan siapapun disana. Ibu menangis di depan pintu kamar Rey tersebut. Dengan membawa palu kecil, Ibu menghancurkan satu-satunya cermin yang ada di kamar anaknya tersebut, dan mulai saat itu, Rey tidak pernah mengeluh lagi kepada Ibunya tentang penampakkan tersebut. Tak berapa lama, Rey mulai mengeluhkan tentang hal tersebut kembali kepada Ibunya. Ia mengatakan bahwa Ia dapat melihat makhluk tersebut di cermin di dalam kamar Ibunya, namun makhluk itu benar-benar tampak sedih dan...