Skip to main content

Daddy's Back


Linda terbangun ketika ia mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Walaupun ia sudah tak lagi tertidur, ia masih mencoba menutup matanya seerat mungkin. Linda berharap kali ini ia akan mengira ia masih tidur dan pergi. Namun suara langkah kaki itu tetap terdengar mendekati dirinya yang tengah terbaring di tempat tidur. Tiap malam, bisik gadis itu pada dirinya sendiri. Setiap malam ia selalu datang ke kamarku. Kenapa ia tak bisa membiarkanku sendiri satu malam saja? 
Pegas dari kasurnya serasa menjerit ketika ia duduk di sampingnya yang tengah terbaring di ranjang. Linda ingin menangis ketika ia menaruh tangannya di kepala gadis itu dan mulai membelai rambutnya. Ketika ayahnya membungkuk dan mencium keningnya, Linda masih bisa mencium bau alkohol dalam napasnya. 
“Jangan khawatir, sayang. Ayah mencintaimu. Karena itu ayah kembali dan takkan pergi lagi...” ia berbisik di telinga gadis itu. 
Setetes darah menetes dari bibir ayahnya. Napas Linda yang tersengal-sengal mengkhianatinya. Kini ia tahu ia tak bisa lagi berpura-pura tertidur. Ia membuka matanya dan melihat wajah ayahnya yang sudah separuh hancur karena terbakar. 
“Tapi ayah...” bisik Linda, air mata mulai mengalir di pipinya, “Kau sudah meninggal ...”

Comments

Popular posts from this blog

Lick (Amerika)

Suatu hari seorang gadis remaja ditinggal oleh orang tuanya yang akan menginap di tempat saudara mereka. Sang gadis meyakinkan orang tuanya untuk berhenti khawatir kepadanya. Ia akan mengunci semua jendela dan pintu. Lagipula, gadis itu sendiri, ada anjing setianya yang menemaninya di kamarnya. Malam itu, sang gadis hendak tidur. Ia mengunci semua pintu dan jendela. Namun ada sebuah jendela yang tak bisa ia kunci. Akhirnya ia hanya menutupnya begitu saja. Gadis itupun naik ke atas ranjang dan di bawah ranjang, anjing setianya meringkuk. Ia mengulurkan tangannya ke bawah dan anjingnya menjilati jari-jarinya, seperti yang biasa dilakukannya. Entah mengapa ia merasa aman jika anjingnya melakukan hal itu. Gadis itu jadi tidak merasa sendirian di kamar.  Gadis itu kemudian tertidur. Namun saat tengah malam, ia mendengar suara “Tip tap tip tap ...”. Seperti suara air menetes di atas wastafel. Saat ia membuka mata, kamarnya gelap gulita. Iapun menjulurkan tangannya ke baw...

Security Guard

Larut malam, dua orang mahasiswi sedang sibuk mengerjakan tugas mereka di perpustakaan. Ketika mereka sedang sibuk di depan laptop mereka, seorang satpam mendekati mereka dari belakang.  “Perpustakaan sudah hampir tutup.” Kata satpam itu, “Kenapa kalian belum pulang?”  “Kami harus mengumpulkan tugas ini besok pagi jam 7 pak.” Jawab salah satu mahasiswi itu, “Maaf, bisakah kami berada di sini sejam lagi? Kami yakin kami akan menyelesaikannya sebentar lagi.”  “Baik, kalau begitu ada baiknya aku menemani kalian di sini sampai tugas kalian selesai,” jawab satpam tersebut, “Aku akan berdiri di sini untuk memastikan kalian aman.”  Kedua gadis itu merasa sangat berterima kasih pada satpam tersebut. Mereka bisa menyesaikan tugas mereka tanpa takut suatu apapun karena satpam tersebut berjaga di belakang mereka. Hingga saat mereka akan menulis kesimpulan, tiba-tiba ...  “Tok ...”  Salah satu gadis tersebut menjatuhkan pensilnya. Pensil itu menggeli...

Mirror

Malam ini Ibu tidak berhenti untuk mengecek keadaan dalam kamar Rey, anaknya yang berumur 7 tahun. Seminggu lalu ia mengalami musibah yang tak disengaja oleh Ibunya yang berdampak pada tubuhnya. Ia juga mulai menjadi seorang yang paranoid setelah itu. Setiap hari Rey mengeluhkan pada ibunya bahwa ada seseorang yang berada di dalam kamarnya dengan wajah yang mengerikan melihat tepat kearahnya. Ia selalu saja tampak di cerminnya, namun saat Rey berbalik dan melihat siapa orang tersebut, Ia tidak bisa menemukan siapapun disana. Ibu menangis di depan pintu kamar Rey tersebut. Dengan membawa palu kecil, Ibu menghancurkan satu-satunya cermin yang ada di kamar anaknya tersebut, dan mulai saat itu, Rey tidak pernah mengeluh lagi kepada Ibunya tentang penampakkan tersebut. Tak berapa lama, Rey mulai mengeluhkan tentang hal tersebut kembali kepada Ibunya. Ia mengatakan bahwa Ia dapat melihat makhluk tersebut di cermin di dalam kamar Ibunya, namun makhluk itu benar-benar tampak sedih dan...