Skip to main content

Pengemis

Di depan apartemenku ada seorang pengemis yang tidur di tepi jalan. Aku selalu melihatnya tiap kali berangkat dan pulang kerja. Aku memperhatikan ada yang aneh dengan orang ini.
Tiap kali ada orang lewat, ia mengatakan hal yang aneh.
“Tikus.”
Katanya ketika salah satu polisi yang hendak mengusirnya lewat.
Tikus? Apa ia habis memaki polisi itu?
Ia kembali lagi ke tempatnya keesokan harinya. Hari itu aku dan bosku kebetulan pulang bersama.
“Babi.”
Katanya saat bosku lewat di depannya. aku hanya tertawa dalam hati. Ya, bosku itu memang pantas dipanggil seperti itu.
“Manusia.”
Katanya ketika pacarku datang suatu hari dan berjalan melewatinya.
Ya memang benar pacarku manusia. Apa sih yang dia maksud?”
Suatu hari aku melihatnya lagi di pinggir jalan. Kata-katanya semakin aneh dan aneh saja.
“Sapi.”
Katanya ketika seorang laki-laki lewat.
“Ayam.”
Katanya ketika seorang wanita tua lewat.
“Pisang.”
Katanya ketika seorang anak kecil lewat.
Karena penasaran, akupun menghampirinya dan bertanya.
“Mengapa anda selalu menyebut hal-hal yang aneh ketika orang2 lewat di depan anda?”
“Oh, saya punya kemampuan super.”
“Apa itu?”
“Aku bisa mengetahui makanan terakhir apa yang akan mereka makan.”
Aku tertawa. “Kalau saya bagaimana?”
“Roti.”
Aku terdiam. Roti memang  makanan terakhir yang aku makan tadi pagi.
Dasar orang tua aneh. Dari semua kekuatan super yang ada, kupikir kemampuannya itu yang paling tidak ada gunanya.

Comments

Popular posts from this blog

Lick (Amerika)

Suatu hari seorang gadis remaja ditinggal oleh orang tuanya yang akan menginap di tempat saudara mereka. Sang gadis meyakinkan orang tuanya untuk berhenti khawatir kepadanya. Ia akan mengunci semua jendela dan pintu. Lagipula, gadis itu sendiri, ada anjing setianya yang menemaninya di kamarnya. Malam itu, sang gadis hendak tidur. Ia mengunci semua pintu dan jendela. Namun ada sebuah jendela yang tak bisa ia kunci. Akhirnya ia hanya menutupnya begitu saja. Gadis itupun naik ke atas ranjang dan di bawah ranjang, anjing setianya meringkuk. Ia mengulurkan tangannya ke bawah dan anjingnya menjilati jari-jarinya, seperti yang biasa dilakukannya. Entah mengapa ia merasa aman jika anjingnya melakukan hal itu. Gadis itu jadi tidak merasa sendirian di kamar.  Gadis itu kemudian tertidur. Namun saat tengah malam, ia mendengar suara “Tip tap tip tap ...”. Seperti suara air menetes di atas wastafel. Saat ia membuka mata, kamarnya gelap gulita. Iapun menjulurkan tangannya ke baw...

Mobil

Seorang wanita tua tertabrak mobil. Mobil itu melarikan diri dan sebelum mati, sang wanita tua itu sempat menuliskan sebuah pesan misterius dengan darahnya sendiri. Ia menggambar sebuah lingkaran dengan tanda “X” di dalamnya. Polisi yang menemukannya tak dapat memecahkan pesan itu. Keluarganya kemudian menceritakannya pada seorang cenayang. Begitu sang cenayang menceritakan arti pesannya, mereka langsung ketakutan setengah mati. Apa arti pesan tersebut?

Mirror

Malam ini Ibu tidak berhenti untuk mengecek keadaan dalam kamar Rey, anaknya yang berumur 7 tahun. Seminggu lalu ia mengalami musibah yang tak disengaja oleh Ibunya yang berdampak pada tubuhnya. Ia juga mulai menjadi seorang yang paranoid setelah itu. Setiap hari Rey mengeluhkan pada ibunya bahwa ada seseorang yang berada di dalam kamarnya dengan wajah yang mengerikan melihat tepat kearahnya. Ia selalu saja tampak di cerminnya, namun saat Rey berbalik dan melihat siapa orang tersebut, Ia tidak bisa menemukan siapapun disana. Ibu menangis di depan pintu kamar Rey tersebut. Dengan membawa palu kecil, Ibu menghancurkan satu-satunya cermin yang ada di kamar anaknya tersebut, dan mulai saat itu, Rey tidak pernah mengeluh lagi kepada Ibunya tentang penampakkan tersebut. Tak berapa lama, Rey mulai mengeluhkan tentang hal tersebut kembali kepada Ibunya. Ia mengatakan bahwa Ia dapat melihat makhluk tersebut di cermin di dalam kamar Ibunya, namun makhluk itu benar-benar tampak sedih dan...