Skip to main content

I Can't Stand it

Karena saat ini malam minggu, aku memutuskan untuk pergi ke Kota bersama temanku dengan mengendarai motor. Ya, hanya sekedar jalan-jalan, makan, melihat kembang api, dan menonton pertunjukan wayang. Kira-kira kita berangkat pukul sembilan lewat. Temanku tidak terlihat senang, entah apa penyebabnya yang pasti aku ingin membuatnya merasa bahagia.

Setelah sampai di Kota, suasana sangat ramai. Aku dan temanku mempererat jaket kita masing-masing, udara tampak sangat dingin namun suasana malam minggu yang ramai ini tampak hangat dihati.


“Aku ingin pulang” kata temanku, wajahnya sudah pucat dan merah.


“Kita baru saja sampai” jawabku.


“Kau jahat!” serunya namun aku tidak perduli.

  
“Sebaiknya kita minum kopi atau makan baso?” tanyaku.

“minum kopi” balasnya.


Akhirnya aku dan temenku memesan kopi di pedangan kaki lima. Ada yang aneh. Aku hanya memesan satu kopi, tetapi temanku malah memesan lima kopi. Ohh, mungkin dia sedang haus.


Setelah kopi sudah tersedia di depan kita. Aku mulai meneguk kopiku, namun tidak demikian dengan temanku.


“Aku tidak bisa tahan lagi” kata temanku.


Ia malah membuka jaket dan bajunya lalu menyiramkan semua pesanan kopinya ke tubuhnya, orang sekitar tampak terkejut namun aku biasa saja. Aku hanya tertawa.

Comments

Popular posts from this blog

Lick (Amerika)

Suatu hari seorang gadis remaja ditinggal oleh orang tuanya yang akan menginap di tempat saudara mereka. Sang gadis meyakinkan orang tuanya untuk berhenti khawatir kepadanya. Ia akan mengunci semua jendela dan pintu. Lagipula, gadis itu sendiri, ada anjing setianya yang menemaninya di kamarnya. Malam itu, sang gadis hendak tidur. Ia mengunci semua pintu dan jendela. Namun ada sebuah jendela yang tak bisa ia kunci. Akhirnya ia hanya menutupnya begitu saja. Gadis itupun naik ke atas ranjang dan di bawah ranjang, anjing setianya meringkuk. Ia mengulurkan tangannya ke bawah dan anjingnya menjilati jari-jarinya, seperti yang biasa dilakukannya. Entah mengapa ia merasa aman jika anjingnya melakukan hal itu. Gadis itu jadi tidak merasa sendirian di kamar.  Gadis itu kemudian tertidur. Namun saat tengah malam, ia mendengar suara “Tip tap tip tap ...”. Seperti suara air menetes di atas wastafel. Saat ia membuka mata, kamarnya gelap gulita. Iapun menjulurkan tangannya ke baw...

Mobil

Seorang wanita tua tertabrak mobil. Mobil itu melarikan diri dan sebelum mati, sang wanita tua itu sempat menuliskan sebuah pesan misterius dengan darahnya sendiri. Ia menggambar sebuah lingkaran dengan tanda “X” di dalamnya. Polisi yang menemukannya tak dapat memecahkan pesan itu. Keluarganya kemudian menceritakannya pada seorang cenayang. Begitu sang cenayang menceritakan arti pesannya, mereka langsung ketakutan setengah mati. Apa arti pesan tersebut?

Mirror

Malam ini Ibu tidak berhenti untuk mengecek keadaan dalam kamar Rey, anaknya yang berumur 7 tahun. Seminggu lalu ia mengalami musibah yang tak disengaja oleh Ibunya yang berdampak pada tubuhnya. Ia juga mulai menjadi seorang yang paranoid setelah itu. Setiap hari Rey mengeluhkan pada ibunya bahwa ada seseorang yang berada di dalam kamarnya dengan wajah yang mengerikan melihat tepat kearahnya. Ia selalu saja tampak di cerminnya, namun saat Rey berbalik dan melihat siapa orang tersebut, Ia tidak bisa menemukan siapapun disana. Ibu menangis di depan pintu kamar Rey tersebut. Dengan membawa palu kecil, Ibu menghancurkan satu-satunya cermin yang ada di kamar anaknya tersebut, dan mulai saat itu, Rey tidak pernah mengeluh lagi kepada Ibunya tentang penampakkan tersebut. Tak berapa lama, Rey mulai mengeluhkan tentang hal tersebut kembali kepada Ibunya. Ia mengatakan bahwa Ia dapat melihat makhluk tersebut di cermin di dalam kamar Ibunya, namun makhluk itu benar-benar tampak sedih dan...