Karena saat ini malam minggu, aku memutuskan untuk pergi ke Kota bersama temanku dengan mengendarai motor. Ya, hanya sekedar jalan-jalan, makan, melihat kembang api, dan menonton pertunjukan wayang. Kira-kira kita berangkat pukul sembilan lewat. Temanku tidak terlihat senang, entah apa penyebabnya yang pasti aku ingin membuatnya merasa bahagia.
Setelah sampai di Kota, suasana sangat ramai. Aku dan temanku mempererat jaket kita masing-masing, udara tampak sangat dingin namun suasana malam minggu yang ramai ini tampak hangat dihati.
“Aku ingin pulang” kata temanku, wajahnya sudah pucat dan merah.
“Kita baru saja sampai” jawabku.
“Kau jahat!” serunya namun aku tidak perduli.
“Sebaiknya kita minum kopi atau makan baso?” tanyaku.
“minum kopi” balasnya.
Akhirnya aku dan temenku memesan kopi di pedangan kaki lima. Ada yang aneh. Aku hanya memesan satu kopi, tetapi temanku malah memesan lima kopi. Ohh, mungkin dia sedang haus.
Setelah kopi sudah tersedia di depan kita. Aku mulai meneguk kopiku, namun tidak demikian dengan temanku.
“Aku tidak bisa tahan lagi” kata temanku.
Ia malah membuka jaket dan bajunya lalu menyiramkan semua pesanan kopinya ke tubuhnya, orang sekitar tampak terkejut namun aku biasa saja. Aku hanya tertawa.
Setelah sampai di Kota, suasana sangat ramai. Aku dan temanku mempererat jaket kita masing-masing, udara tampak sangat dingin namun suasana malam minggu yang ramai ini tampak hangat dihati.
“Aku ingin pulang” kata temanku, wajahnya sudah pucat dan merah.
“Kita baru saja sampai” jawabku.
“Kau jahat!” serunya namun aku tidak perduli.
“Sebaiknya kita minum kopi atau makan baso?” tanyaku.
“minum kopi” balasnya.
Akhirnya aku dan temenku memesan kopi di pedangan kaki lima. Ada yang aneh. Aku hanya memesan satu kopi, tetapi temanku malah memesan lima kopi. Ohh, mungkin dia sedang haus.
Setelah kopi sudah tersedia di depan kita. Aku mulai meneguk kopiku, namun tidak demikian dengan temanku.
“Aku tidak bisa tahan lagi” kata temanku.
Ia malah membuka jaket dan bajunya lalu menyiramkan semua pesanan kopinya ke tubuhnya, orang sekitar tampak terkejut namun aku biasa saja. Aku hanya tertawa.
Comments
Post a Comment